Senin, 02 April 2012

Panduan Wisata Pantai Lampung, Way Kambas, Krakatau, Kiluan dLL



Selamat Datang di TN Way Kambas Lampung
Lampung adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatera, di sebelah utaraa berbatasan langsung dengan Bengkulu dan Sumatera Selatan. Bandar Lampung sebagai ibu kota propinsi merupakan gabungan dari kota kembar Tanjungkarang dan Telukbetung. Pelabuhan utamanya bernama Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni serta pelabuhan nelayan seperti Pasar Ikan (Telukbetung), Tarahan dan Kalianda di Teluk Lampung.  Saya dan nusy melakukan perjalanan ke Lampung pada 24 Januari 2009, saat itu kami belum mendengar dolphin bay Kiluan, kami ke Lampung tanpa bekal info wisata yang memadai. Tujuan perjalanan kami ke Lampung selain silaturahmi dengan keluarga adalah mengunjungi Pantai Pasir Putih & Pulau Condong, Pantau Mutun & Pulau Tangkil dan tentu saja Taman Nasional Way Kambas. Kami berangkat dengan Sriwijaya Air jam 8 pagi, harga tiket saat itu Rp. 274.000,-. Lama perjalanan hanya 45 menit sahaja, cepat bukan :D
Ternyata Lampung kota yang sangat luas untuk dijelajahi, banyak waktu terbuang diperjalanan menuju satu lokasi ke lokasi lainnya. Selama 3 hari di Lampung qt sewa mobil. Sedangkan untuk penginapan nebeng dirumah abangnya nusy. Dalam beberapa perjalanan kami, biasanya untuk urusan makan tidak begitu dipertimbangkan, tapi di Lampung kami sedikit mengalami kendala karena sepanjang jalan menuju tempat wisata cukup susah mencari tempat makan. Makan siang di pantai Mutun menjadi makan siang terburuk dengan teh basi dan ikan yang tidak segar, tempat makan favorit kami di perjalanan adalah RM. Mak Gambreng! Namanya bikin #ngikik karena kami jadi membayangkan untuk pesan menu harus hompipahalaium GAMBRENG! Menunya sangat sederhana tapi rasanya enak, sesuai dengan lidah Jawa saya, dan empingnya…. Bener-bener ukurannya se-gedhe Gambreng! Serius!

Lampung 2009
Transportasi menuju Lampung:
Banyak jalan menuju Lampung! Tinggal pilih mo yang asal nyampe, cepat sampai atau nyaman.
- Kapal: Pelabuhan Merak, Banten – Pelabuhan Bakauheni, Lampung
Tersedia kapal cepat dan kapal fery.
Di Merak, kapal cepat ke Bakauheni hanya berlayar antara pukul 06.00 atau 06.30 hingga pukul 17.00 atau 17.30 dengan lama berlayar 40-45 menit. Jika menggunakan kapal ferry sekitar 2 – 3 Jam. Tarif Kapal Ferry adalah Rp.11.500,- tambah Rp. 8.000,- jika ingin pindah ke executive room, sedangkan kapal cepat tarifnya Rp.30.000,-
- Bus:
Terminal Kalideres atau Terminal Kampung Rambutan – Pelabuhan Merak (Bus Ekonomi) Rp.15.000 – Rp. 18.000, lama perjalanan 1.5 jam
Selain bus yang melayani Jakarta – Merak, bus DAMRI juga melayani perjalanan ke Lampung dengan tarif bervariasi tergantung fasilitasnya.
  • DAMRI Gambir – Bandar lampung: Berangkat jam 8.00 – 10.00 dan 20.00 – 22.00. Bisnis: Rp. 115.000,-  dan Eksekutif: Rp. 150.000,-. Pool Damri berada di dekat mushola/Dunkin Donut Stasiun Gambir.
  • DAMRI Bogor – Bandar lampung: Berangkat jam 19.00, tarif: Rp. 160.000,-. Pool Damri berada di dekat Botani Square bersama dengan Damri tujuan Bandara Soekarno Hatta.
  • Info lebih lengkap dapat menghubungi Pak Hartono di nomor 08159441964
Travel juga banyak tersedia, jadwal biasanya start jam 8-10 pagi dan 8-10 malam tergantung area jemputan. Kisaran harga Rp. 170.000,- plus biaya penjemputan.
 - Pesawat
Beberapa maskapai penerbangan seperti Sriwijaya, Batavia dan Garuda melayani penerbangan Soeta, Cengkareng – Raden Inten, Tanjung Karang – Lampung. Lama perjalanan hanya 45 menit. Tarif pada hari biasa berkisar 200-an ribu.
Transportasi selama di Lampung:
Damri Lampung juga punya Bus Kota dengan rute:
  • Rajabasa -Tanjung Karang
  • Korpri -Tanjung Karang
  • Teluk Betung – Tanjung Karang
  • Rajabasa – Hanura
  • Rajabasa – Metro
Transportasi menuju Pantai Pasir Putih:
  • Dari Pelabuhan Bakauheni naik bus jurusan Pantai Pasir Putih, tarifnya Rp. 15.000,-
  • Naik perahu ke pulau condong Rp. 100.000,- saat itu saya hanya ber-2, jika berombongan tarifnya Rp. 20.000/orang. Mungkin harus pinter nawar.
  • Perjalanan tidak termasuk ke Pulau Bule, karena merupakan pulau pribadi milik pengusaha terkenal Tommy Winata dan disana ada budidaya tiram dan ikan kerapu.
 Transportasi menuju Taman Nasional Way Kambas:
  • Bandar Lampung – Metro – Labuhan Ratu, menggunakan mobil pribadi + 2 jam.
  • Pelabuhan Bakauheni – Labuan Meringgai – Way Kambas, menggunakan mobil + 2 jam. (via Jalan Lintas Timur Lampung – Bakauheni)
 Transportasi menuju Pulau Sebesi – Krakatau:
  • Bandar Lampung (Terminal Bus Rajabasa / terminal Panjang) – Kalianda, naik bus sekitar 1 jam.
  • Pelabuhan Bakauheni – Kalianda, naik bus kota sekitar 45 menit. Atau langsung carter angkot warna kuning dengan biaya sekitar Rp. 150.000,-. Tersedia juga ojek dengan ongkos (setelah di tawar) Rp. 30.000,-
  • Kalianda – Dermaga Canti, angkutan umum 10-15 menit.
  • Dermaga Desa Canti – Pulau Sebesi, menggunakan kapal kapal reguler dari Pulau Sebesi ke Dermaga Canti pada pukul 07.00 Wib setiap harinya dan dari Dermaga Canti ke Pulau Sebesi pada pukul 13.00 Wib setiap harinya. Ongkos kapal reguler sebesar Rp 17.000,00 (termasuk jasa raharja). Lama perjalanan sekitar 1.5 – 2 jam.
  • Jasa Guide Lokal Rp. 200.000,-. CP Ranger: Pak Akhyar : 0813 6928 1861
  • Sewa Kapal 2 hari (Rute Sebuku – Sebesi – Krakatau – Sebesi – Dermaga Canti) Rp. 2.500.000 bisa untuk 20. CP sewa kapal: Pak Samson – 0819 0619 5137, Pak mansyur 0813 8657 8667.
  • Selain dari Pulau Sebesi di Lampung Selatan, kawasan cagar alam Krakatau dapat juga dicapai dari kawasan pantai Carita di Propinsi Banten.
Transportasi menuju Teluk Kiluan:
Siapkan mobil yang bagus dan stamina yang bagus juga untuk melibas jalanan yang katanya hampir separo perjalanan hancur. Pengalaman saya dan beberapa temen yang ke Lampung, sopir di sini adalah mantan-mantan pembalap F1, yang di depan deg-degan liat jalanan di depan yang di belakang badan pegal-pegal karena kebentur-bentur. Transportasi umum hanya sampai di Padang Cermin. Dari Padang Cermin ke Kiluan menggunakan jasa Ojek.
Lokasi Teluk Kiluan: Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.
Koordinat GPS : S5.749252 E105.192740
Jarak tempuh : ±80 Km dari Kota Bandar Lampung (±3 – 4Jam)
  • Sewa mobil ELF: Rp. 1.600.000,-
  • Sewa mobil APV: Rp. 700.000 – RP. 800.000
  • CP sewa mobil ke kiluan: Pak Tampu, phone: 0852 7928 5533, Mas Sumantre, phone: 0813 7993 2783. Saat telfon dipastikan apakah biaya sewa mobil sudah termasuk biaya parkir mobil 2 hari di Kiluan dan penginapan. Untuk menghemat biaya sebaiknya sopir menginap bersama rombongan tetapi tidak ikut dalam trip karena kurang aman meninggalkan mobil tanpa penjagaan.
  • Penyebrangan dari Teluk Kiluan menuju Pulau Kiluan, Rp.15.000,- /orang, perjalanan sekitar 15 menit.
  • Kapal jungkung kecil untuk melihat lumba-lumba Rp. 250.000,-/3 orang
  • Guide ke Pulau Pasir (Habitat Penyu) Rp 50.000,-
Penginapan di Lampung
Daftar Hotel dan Penginapan di Lampung yang saya peroleh dari website visit lampung 2009. Source: www.visitlampung.net/ (entah kenapa, website tersebut sudah tidak bisa di akses) sedangkan website wisata lainnya http://lampungtourism.com/ juga informasinya sangat amat minim sekali, gak niat jadi kota wisata sepertinya ;(
  • Hotel Andalas (Melati 3), Jl. Raden Intan No. 89 Bandar Lampung. Phone: +62 721  263432
  • Hotel Arinas (*), Jl. Raden Intan No. 35 Bandar Lampung. Phone: +62 721 266778
  • Hotel Baru, Jl. Sudirman 1 No. 4 Bandar Jaya – Lampung Tengah. Phone +62 720 2509
  • Hotel Bukit Barisan (Melati 2), Jl. Proklamator, Bandar Jaya Lampung Tengah. Phone: +62 720 25386
  • Hotel Bunda, Jl.Proklamator No. 6 Bandar Jaya – Lampung Tengah. Phone +62 720 25791
  • Hotel Cempaka Indah, Jl. Raya Sribawono – Lampung Timur. Phone: +62 725  660037
  • Hotel Duta, Jl. Jend. Sudirman No. 230 – Kotabumi. Phone +62 724 21441
  • Hotel Facific (Melati 3), Jl. Yos Sudarso No. 13 Bandar Lampung. Phone: +62 721  482334
  • Hotel Famili, Jl. Sukarso No. 01 – Metro. Phone +62 725 41862
  • Hotel Indah Permai ( Melati Iii ), Jl. Jend. Sudirman No. 224 Metro. Phone +62 725 42850
  • Hotel Jembar Manah, Jl. Raya Way Mengaku – Liwa. Phone +62 728 21012
  • Hotel Kemala (Melati 3), Jl. Gatot Subroto No. 73/75 Bandar Lampung. Phone: +62 721  262548
  • Hotel Kurnia Perdana (Melati 3), Jl. Raden Intan No. 114 Bandar Lampung. Phone: +62 721  262030
  • Hotel Mahligai Puri (Melati 3), Jl. Hos. Cokroaminoto No. 29 Bandar Lampung. Phone: +62 721  253694
  • Hotel Merpati (Melati 3), Jl. Yos Sudarso – Bandar Lampung. Phone: +62 721  341333
  • Hotel Nuban (Melati 3), Jl. Sukarso No. 1 – Metro. Phone +62 725 45784
  • Hotel Nusa Indah (Melati 3), Jl. Raden Intan No. 132 Bandar Lampung. Phone: +62 721  265242
  • Hotel Parahiyangan (Melati 3), Jl. Teuku Umar Bandar Lampung. Phone: +62 721  255339
  • Hotel Purnama (Melati 3), Jl. Raden Intan No. 75 Bandar Lampung. Phone: +62 721  26148
  • Hotel Ria (Melati 3), Jl. Kartini No. 107 Bandar Lampung. Phone: +62 721  253974
  • Hotel Sahid Bandar Lampung (**), Jl. Yos Sudarso No. 294 Bandar Lampung. Phone: +62 721 488888
  • Hotel Sheraton Lampung (****), Jl. Wortel Monginsidi No. 157 Bandar Lampung. Phone: +62 721 486666
  • Novotel Hotel Lampung (****), Jalan Gatot Subroto 136 Bandar Lampung. Phone: +62 721 477999
  • Tanggamus Soponyono, Jl. A.Yani Pringsewu – Tanggamus. Phone +62 722 21051
  • Wisma Bandar Lampung, Jl. Za. Pagar Alam No.1 – Bandar Lampung. Phone: +62 721  704676
  • Wisma Haji, Jl. Soekarno-Hatta – Bandar Lampung. Phone: +62 721  702077
  • Wisma Hosana, Jl. Raya Gisting Bawah – Tanggamus. Phone +62 729 41705
  • Wisma Sindalapai, Jl. Raden Intan No. 001 – Liwa. Phone +62 728 21750
Penginapan di Sebesi – Krakatau:
Lokasi Villa Pulau Sebesi Indah terletak di Desa Tejang – Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Pemilik Villa Pulau Sebesi Indah adalah Pemerintah Kapubaten Lampung Selatan. Untuk pemesanan silahkan kontak pengelolanya, Bapak Hayun 0813 6992 3312 atau 0828 7013 757. Sewa Villa Pulau Sebesi Indah sekitar Rp.300.000,-/malam belum termasuk makan.
Penginapan di Kiluan:
  • Penginapan yang tersedia sangat sederhana, biasanya berupa 1 rumah panggung dengan 2 – 3 kamar, gazebo dan bale2, air silahkan menimba sendiri di sumur :D
  • Harga penginapan bervariasi tergantung kapasitas, berkisar Rp. 150.000/5 orang/malam – Rp. 500.000/20 orang/malam.
  • Makan bisa sekalian pesan, harganya berkisar Rp. 15.000 – Rp. 20.000.
  • Sewa snorkel Rp. 20.000,-
  • Sewa life jacket Rp. 10.000,-
Contact Person Penginapan di Kiluan:
  • Pak Solihin: Pemilik Cottage di teluk kiluan, phone: 0813 6999 7831
  • Pak Dirham: Pemilik penginapan dan pengelola di pulau kelapa, phone: 0813 6999 1340
  • Pak Dhio: Pemilik Cottage di teluk kiluan phone: 0812 7218 117; 0828 8000 9104; 0219 5601968
  • Pak Ba’am: Pemilik Cottage di teluk Kiluan, phone: 0813 7993 0669
  • Pak Riko Stefanus, phone: 08127 268 883
  • Pak Maimun, phone: 0812 7228 4134
  • Pak Amin pengelola Ekowisaata Teluk Kiluan, phone: 0813 7908 7598 ~> Langganan teman saya, Merry.
Obyek Wisata di provinsi Lampung:



Peta Wisata lampung (from: www.indonesia-tourism.com )
Wisata Alam Lampung :
  • Pulau Cantik ada di Lampung Selatan
  • Way Kambas terdapat di Lampung Timur
  • Danau Ranau lokasi di Lampung Barat
  • Air Terjun Putri Malu di Lampung Selatan
  • Air Terjun Way Lalaan Tanggamus
  • Air Terjun Kubuperahu Liwa
  • Lembah Hijau yang terletak di Bandar Lampung
  • Kepulauan Gunung Krakatau
  • Taman Nasional Way Kambas
  • Bukit Barisan
  • Sumber air panas Way Belerang

Peta Wisata Lampung (dr temen)
Wisata Pantai dan Pulau Di Lampung :
  • Pantai Marina
  • Pantai Mutun
  • Pantai Puri Gading
  • Pantai Selaki Selatan
  • Pantai Queen Artha (menikmati sunrise)
  • Pantai Kelapa Merapat/ Pantai Klara (menikmati sunset)
  • Pantai Sekar Wana, pantai milik AL, harus ijin
  • Pantai Teluk Lampung yang terbentang dari Kalianda di Lampung Selatan hingga Bandar Lampung
  • Teluk Kiluan
  • Teluk Semangka di Tanggamus.
  • Pantai Wartawan
  • Kalianda Resor
  • Laguna Helau
  • Tanjung Selaki
  • Tanjung Setia Krui Lampung Barat (tempat surfing, pantai dengan ombak tertinggi di dunia dengan ketinggian 5 m dan panjang gelombang 200 m)
  • Pulau Condong dan Pulau Bule (menyebrang dari Pantai Pasir Putih)
  • Pulau Tangkil (menyebrang dari Pantai Mutun)
  • Pulau Kelagian (menyeberang dari Pantai Klara, biaya sewa kapal Rp.75.000,- yang bisa isi hingga 8 orang, lama penyebrangan 15-20 menit
  • Pulau Pahawang (hutan bakau/mangrove dan aneka burung pantai)
  • Pulau Sebesi
  • Pulau Sebuku
  • Pulau Umang Umang
  • Pulau Kubur Lampung, kecamatan Teluk betung Barat (kegiatan memancing)
  • Pantai Hiburan Duta Wisata5 KM dari Kota Telukbetung ke arah barat.

Peta Wisata Lampung (from google by ndah)
Wisata Sejarah di Lampung:
  • Bumi Kedaton di Bandar Lampung
  • Makam Raden Intan terdapat di daerah Lampung Selatan
  • Makam Kuno Pangeran Jiwa Kesuma
  • Menara Siger ada di Lampung Selatan
  • Musium Lampung di kota Bandar Lampung
  • Taman Purbakala Pugung Raharjo ada di Lampung Timur
Perjalanan di Lampung:
Awalnya kami ingin mengunjungi Pantai Pasir Putih, Pantai Mutun, Taman Nasional Way Kambas dan Danau Ranau, namun ternyata untuk mengunjungi danau ranau dibutuhkan waktu sekitar 6 jam dari Bandar Lampung. Itu artinya kami harus menginap disana, sedangkan liburan ini hanya 3 hari saja. Akhirnya wisata di Liwa kami batalkan dan hanya mengunjungi tempat wisata yang tidak jauh dari Bandar Lampung.
Kami meninggalkan Bandara Raden Inten pukul 09.00 WIB langsung menuju Pantai Pasir Putih, sepi sekali. Pantai ini memiliki pantai landai yang cukup panjang, saat kami datang airnya sangat dangkal sehingga tidak menarik untuk sekedar bermain air apalagi berenang. Tidak lama seorang tukang perahu menawarkan jasanya untuk menyeberangkan ke Pulau Condong. Dengan harga sewa Rp. 100.000,- kami menuju sebuah pulau yang berada tepat di depan pantai pasir putih. Air laut berwarna tosca menyambut kami, jernih sekali. Tidak jauh dari tempat perahu bersandar ada 2 orang yang sedang berenang, menurut pemilik perahu berenang di Pulau Condong harus hati-hati karena di beberapa tempat terdapat banyak bulu babi. Dari seorang penjaga di pulau Condong kami disarankan ke arah kanan menuju karang bolong yang menghubungkan ke bagian pulau yang lain. Pemandangan di sini langsung menuju laut lepas, terlihat beberapa kapal besar di kejauahan dan orang lokal yang sedang main kayak. Bebatuan dengan ukuran sedang dan karang di sudut pulau cukup menarik untuk foto-foto. Tidak sampai 1 jam kami kembali ke perahu dan mendapat bonus pemandangan dari kaca yang dibawa pemilik perahu untuk melihat pemandangan bawah air pulau condong. Terumbu karangnya masih cukup bagus tapi jumlah bulu babi-nya memang jauh lebih banyak dari ikan :D
  • Tiket masuk Pantai pasir Putih: Rp. 5.000,-
  • Tiket masuk Pulau Condong: Rp. 2.500,-
Dari Pantai Pasir Putih kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Mutun, pantai ini jauh lebih ramai, banyak sekali yang berenang, gubug-gubug tempat istirahat juga penuh dan perahu hilir mudik menyeberangkan wisatawan ke Pulau Tangkil. Mungkin karena ramai pengunjung pantai mutun menjadi sangat kotor, sangat tidak nyaman menikmati pantai ini. Tapi tujuan utama kami adalah Pulau Tangkil, maka setelah sholat dan makan siang
yang sangat tidak enak
kami naik perahu bersama rombongan wisatawan lainnya. Ternyata hanya kami yang berniat turun di Pulau Tangkil, penumpang yang lain hanya mengitari pulau Tangkil dan kembali ke Mutun. Pemilik perahu menurunkan kami dan akan di jemput 1 jam lagi. Kalo cukup banyak waktu dan banyak teman ingin sekali tracking mengelilingi pulau tangkil karena saat berkeliling naik perahu kami melihat banyak sudut pulau tangkil yang sangat cantik, pasir putihnya sangat menggoda untuk di jelajahi, disini untuk pertama kalinya dapat foto ROL – Ray Of Light.

Pantai Pasir Putih, Pulau Condong, Pantai Mutun, Pulau Tangkil, Pantai Matitem, Pantai Klara
Jam setengah lima kami meninggalkan Pantai Mutun tanpa tahu mau kemana lagi, pak Sopir mengajak kami ke Pantai Klara. Cantik sekali namanya, padahal nama aslinya Pantai Kelapa Rapat. Di perjalanan kami berhenti sejenak di darmaga milik TNI kalau gak salah namanya Pantai Matitem. 15 menit kemudian kami telah sampai di Pantai Klara saat matahari siap bersembunyi di antara 2 gunung di sebelah kanan kami berdiri. Sebuah dermaga kecil telah ditempati pengunjung lain sehingga kami memutuskan menyusuri pantai klara. Tiket masuk pantai klara hanya Rp. 5.000,-
Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas terletak di Lampung Timur, kantornya beralamat di  Jl. Labuhan Ratu Lama, Labuhan Ratu Lampung Timur Lampung Indonesia 34196. Phone: +62 725 7645090. Lama perjalanan dari Bandar Lampung sekitar 2 jam dengan kualitas jalan yang cukup baik. Perjalanan kali ini juga diramaikan keluarga abang teman saya sehingga lebih seru, apalagi ada si kecil Raka yang endut & lucu. Tiba di pintu gerbang TN Way Kambas (plang ijo) belok ke kanan menuju konservasi gajah yang masih 9 km lagi. Pengunjung umumnya datang secara berombongan mencarter kendaraan sendiri baik itu mobil pribadi maupun bus, hanya ada beberapa pengunjung yang menggunakan sepeda motor. Lokasinya memang cukup jauh dan sepertinya sedikit sekali angkutan umum yang kami temui. Di sekitar area parkir banyak terdapat penjual makanan dan aksesories. Gajah yang sudah jinak dengan leluasa menghampiri pengunjung yang sedang makan, pemilik warung makan telah menyediakan kelapa muda sisa pengunjung. Saat itu kami bersama dengan wisatawan Jepang, mereka terlihat sangat menikmati keramahan gajah-gajah tersebut.
Seusai sholat dan makan siang kami berkeliling area seluas 130.000 ha, walaupun dengan mobil tetapi karena luasnya kawasan ini tidak semua tempat kami datangi. Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas resmi didirikan tahun 1985 dengan tujuan untuk melindungi keberadaan gajah dan menciptakan keuntungan antara gajah dan manusia. Kawasan Taman Nasional Way Kambas menjadi rumah dan taman bermain bagi gajah, sekaligus pusat pelatihan sekitar 200 gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranensis). Gajah Sumatera adalah salah satu dari tiga subspesies gajah Asia dan asli Pulau Sumatera. Ukurannya paling kecil dari gajah-gajah yang ada di Asia. Sekecil-kecilnya gajah tetap aja ukurannya guedhee, ketika berpose dengan mengangkat gading gajah, langsung disadari betapa besar ukuran mereka. Tempat wisata ini sangat bagus sebagai tempat wisata pendidikan untuk mengenalkan kepada pengunjung penangan gajah dari liar hingga menjadi gajah jinak yang pintar, lucu dan bersahabat. Di lokasi ini juga banyak tanaman hutan yang seandainya lebih terawat tentu dapat bersaing dengn kebun raya bogor atau kebun raya cibodas. Kalau saja Way Kambas letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota dan sarana transportasinya tersedia dalam jumlah banyak mungkin pengunjungnya akan lebih banyak lagi.
Jam setengah 3 kami mengucapkan selamat tinggal kepada gajah-gajah Sumatra menuju Siger, kali ini melewati jalan yang berbeda dari kedatangan, pak sopir mengajak kami melewat jalan lintas lampung timur – bakauheni. Sepanjang perjalanan kami dimanjakan dengan pemandangan sawah hijau, pantai (dikejauhan) dan perkampungan bali. Mendekati Siger saat jalanan menanjak pemandangan di belakang kami sangat cantik, sebuah bukit mengapung di lautan. Tidak ada restribusi untuk masuk ke Siger hanya membayar uang parkir Rp. 5.000. Menara Siger adalah salah satu ikon Lampung yang berada pada ketinggian kurang lebih 300 meter di barat Pelabuhan Bakauheni. Di Siger kami hanya duduk-duduk menanti matahari terbenam sambil melihat kapal-kapal hilir mudik di pelabuhan Bakauheni.

Way Kambas dan Siger, Lampung
Hari terakhir kami di lampung menjadi acara keluarga, nusy bersama abang dan keluarganya, saya sendiri mengunjungi sepupu yang sudah sangat lama tidak bertemu. Pulang dari Lampung tidak akan lengkap tanpa membawa oleh-oleh keripik pisang Bu Suseno dan kopi, saya di antar ke Jl. Kartini untuk berburu oleh-oleh. Sore harinya kami sudah berkemas menuju Raden Inten karena Mb’ Sri sudah menanti menerbangkan kami kembali ke Jakarta dengan bonus pemandangan matahari terbenam. Saya yakin ini bukan kunjungan terakhir saya ke Lampung karena saya masih tetap ingin ke Liwa, Krakatau dan mungkin juga….. Kiluan (setelah jalannya lebih baik lagi)
Tempat wisata Lampung yang ingin sekali saya datangi:
Krakatau
Gunung Krakatau terletak di Selat Sunda, setelah letusan Krakatua muncul gunung api yang dikenal sebagai anak Krakatau dari kawasan kaldera purba gunung Krakatau yang masih aktif dan terus bertambah tingginya dengan kecepatan 20 inci per bulan. Krakatau sudah menjadi Daerah Konservasi Alam maka untuk masuk ke Krakatau harus meminta ijin lebih dulu ke Balai Konservasi Lampung dengan membayar administrasi sebesar Rp 150.000,-. Mahal ya…. mungkin karena mahal juga sehingga wisatawan ke Pulau Sempu (Malang) tidak ada yang mengurus izin. Untuk mendapatkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) Cagar Alam Krakatau maka dapat menghubunginya dapat menghubungi Pak Amir di nomor 0813 7937 3789. Pak Amir adalah salah seorang pengawas kawasan Cagar Alam Krakatau sekaligus pemilik atau pengelola kapal kayu disekitar area Pulau Sebesi dan kawasan Cagar Alam Krakatau sehingga bisa sekalian sewa perahu atau meminta informasi penginapan.
Di Teluk Betung terdapat monumen peringatan meletusnya Gunung Krakatau di Taman Dipangga. Monumen ini berupa rambu laut seberat setengah ton yang terlempar akibat gelombang pasang tsunami setinggi 30 meter yang ditimbulkan letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Tidak dibutuhkan keperluan pendakian gunung yang banyak karena hanya tracking ringan, cukup gunakan alas kaki yang ringan dan nyaman untuk mendaki hamparan pasir hitam. Untuk mencapau Krakatau, wisatawan menginap dulu di Pulau Sebesi. Dari Dermaga Desa Canti menuju Pulau Sebesi, menggunakan kapal kapal reguler yang berlayar hanya 1 kali/hari, pukul 07.00 WIB dari Pulau Sebesi ke Dermaga Canti dan dari Dermaga Canti ke Pulau Sebesi pada pukul 13.00 WIB. Lama perjalanan sekitar 1.5 – 2 jam dengan tarif Rp. 17.000,-. Sewa kapal di sini cukup mahal, sehingga akan lebih baik jika rombongan dalam jumlah banyak. Beberapa teman yang ke Krakatau bulan Mei 2011 membayar Rp. 2.500.000 untuk carter kapal selama 2 hari dengan rute Sebuku – Sebesi – Krakatau – Sebesi – Dermaga Canti, bisa untuk 20 orang. Perjalanan dari Sebesi ke Krakatau antara 1.5 – 2 jam, jika ombak sedang kurang baik maka siap-siap aja mabok seperti teman saya. Silahkan baca ceritanya di http://samhoed.multiply.com/ ^^

Menikmati Sebesi dan Krakatau (Foto by Samhoed)
Menikmati Wisata Krakatau:
  • Snorkeling di Pulau Sebesi
  • Snorkeling di Pulau Sebuku
  • Sunrise dari Anakan Gunung Krakatau (harus siap bangun pagi, jika telat silahkan menikmati sunset dari perahu saja)
  • Menikmati Gunung Krakatau (pendakian ringan sekitar 0.5 – 1 jam)
  • Diving di kawasan Pulau Rakata (terdapat karang yang berbentuk kipas besar, juga ada muncul gelembung-gelembung air yang keluar dari perut Gunung Krakatau Purba, habitat Dolphine, Penyu Hijau, Blue Merlin (ikan Langka di Dunia), kuda laut, ikan Napoleon dan Penyu Sisik)
  • Snorkeling di Lagoon Cabe
  • Trekking di sekitar Lagoon Cabe
  • Memancing
  • Pulau Umang-Umang (snorkeling dan menikmati pantai berpasir putih)
Kiluan
Agar tidak kecewa sebaiknya jangan jadikan lumba-lumba sebagai tujuan utama berlibur ke Kiluan karena beberapa teman saya tidak bisa menjumpainya. Secara umum waktu yang terbaik adalah saat musim kemarau, April – September. Namun di luar bulan itu lumba-lumba juga sering muncul khususnya di pagi hari pukul 06.00 – 09.00 WIB. Teluk Kiluan terletak di Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Wisata alam Teluk Kiluan cocok bagi Wisatawan yang gemar berpetualang. Kabarnya di Kiluan terdapat dua jenis lumba-lumba yaitu Lumba-Lumba Paruh Panjang (Stenella longirostris) yang bertubuh lebih kecil dan senang melompat dan Lumba-Lumba Hidung Botol (Tursiops truncatus) dengan badan yang lebih besar dan pemalu.
Menikmati Wisata Kiluan:
  • Berburu lumba-lumba
  • Batu candi (treknya jauh dan melalui hutan-hutan)
  • Snorkeling di Pulau Kelapa
  • Berenang di lagoon Dodo
  • Pulau Pasir (tempat habitat penyu)
Perlengkapan yang wajib di bawa ke Kiluan: uang cash, obat-obatan, sunblock, kamera (disarankan membawa lensa tele untuk menangkap moment lumba-lumba), lotion anti nyamuk, sweater/jacket, senter, makanan (snack, roti) dan dry pack (untuk kamera, lensa, dan HP)
Sampai hari Kamis kemarin saya masih belum berminat mengunjungi Kiluan mengingat cerita beberapa teman tentang perjalanan yang cukup melelahkan dan keindahan Kiluan indahnya sama seperti pulau-pulau lainnya, bahkan tidak ada spot snorkeling yang bagus karena airnya tidak sejernih Kepulauan Seribu (apalagi Karimun Jawa) dan terumbu karangnya biasa aja. Tapi ketika saya nyasar ke blog ini
Pikiran saya berubah… Okeh, mungkin perjalanan melelahkan, mungkin saya tidak akan bertemu lumba, mungkin saya tidak bisa berenang tapi lagoon-lagoon di foto-foto tersebut sangat menggoda untuk sekedar nyemplungin kaki. Eits tunggu…. Saya kan bisa sewa pelampung dan ikut berenang di kolam renang alamani tersebut. Laguna kecil ini merupakan suatu lembah karang yang indah di sebelah selatan Pulau Kelapa, namanya “Laguna Dodo”. Untuk mencapai laguna/lagoon dibutuhkan trekking selama 1 jam dengan medan yang cukup terjal. Sandal yang nyaman, sunblock, topi dan tentu saja kamera wajib di bawa. Sebaiknya bertanya kepada penduduk lokal kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Laguna Dodo, karena ombak dan arus Samudra Hindia terkadang menyulitkan. Selain lagoon, di sisi sebelah Selatan dan Timur terdapat daerah terumbu karang dengan warna dan bentuk yang cukup beragam.  Selain terumbu karang, biota laut seperti ikan, bintang laut, bulu babi, dan lain sebagainya turut membuat daerah terumbu karang ini begitu asri dan menarik.  Wilayah terumbu karang di bagian Selatan pulau tersebar hingga Tenggara pada kedalaman 2 – 16 m.  Sedangkan untuk wilayah Timur, tersebar hingga ke arah Utara pada kedalaman 1 – 8 m.  Selain Laguna Dodo di Pantai Kelapa, tidak jauh dari Pasir Putih (sekitar 500 m) juga terdapat Lagoon berukuran sekitar 15 x 10 m persegi. Foto-foto yang saya peroleh dari 2 blog di atas sangat amat bikin mupeng…

Kiluan & P. Kelapa: Lumba-Lumba, Lagoon & Terimbu Karang

Jika Anda Menyukai Artikel ini Mohon Klik Like di Bawah ini:

Komentar: